Showing posts with label Humor. Show all posts
Showing posts with label Humor. Show all posts

Wednesday, December 12, 2012

Humor - One and Two make Three??

A foolish boy once returned home after completing his primary education. He was sitting at the dining table with his illiterate parents. He saw two roasted chickens in a plate in front of him. He thought of a clever plan to display his learning.

"How many chickens are these?" said he to the mother. "Two my darling", said she to her talkative boy. "No mother", said he "I can prove them to be three". "Now look here", said the boy, as he pointed at the first chicken, "This is one". "Yes that's quite true boy", said she. Then he pointed at the second chicken and said, "This is two". "Yes there is no doubt about it", remarked his mother. "And even a fool knows well that one and two make three", said he, with smile on his face.

His father didn't like this joke. He decided to teach him a lesson there and then. So he said to him, "I shall have one, and your mother the other. As for yourself, you can have the third".

:D

Bagi anda yang sedang mencari cerita humor pendek bahasa Inggris, kisah di atas tadi semoga bisa membantu anda. Semoga bermanfaat.

Sumber : Buku Stories for You by Mustolah Maufur, M.A.

Monday, April 30, 2012

Humor - Mr. Bean dan Einstein

   Humor ini mungkin sudah banyak yang baca. Iseng-iseng waktu luang lah..selamat menikmati..


   Einstein (E) dan Mr. Bean (B) sedang dalam suatu penerbangan. Untuk mengisi waktu, Einstein mengajak Mr. Bean main tebak-tebakan.
E : Jika kamu bisa menjawab pertanyaanku, kau harus bayar $5. Bila aku yang tidak bisa jawab pertanyaanmu, aku akan bayar $500. Bagaimana??
B : Okelah kalau begitu..
E : Berapa jarak Bumi ke Bulan??
   Tanpa berpikir lama, Mr. Bean mengeluarkan dompet dan memberikan $5 kepada Einstein yang dengan segera mengambilnya sambil tertawa menang.
B : Sekarang giliranku. Apa yang bila naik bukit menggunakan 3 kaki, dan kalau turun bukit menggunakan 4 kaki?
   Einstein berpikir keras. Karena belum juga menemukan jawabannya, dia segera mengeluarkan laptop-nya. Searching di Google. Lalu mengontak kawan-kawan superjenius-nya di klub. Setelah satu jam belum juga terjawab, akhirnya Einstein menyerah dan membayar $500 kepada Mr. Bean.
   Mr. Bean hanya tersenyum kecil. Einstein rupanya penasaran dengan jawaban pertanyaan tadi.
E : Ngomong-ngomong, apa yang bila naik bukit menggunakan 3 kaki, dan kalau turun bukit menggunakan 4 kaki, Bean?
   Tanpa bicara, Mr. Bean mengeluarkan dompetnya kembali dan menyerahkan kepada Einstein $5.

Thursday, March 29, 2012

Dongeng - si Kabayan dan Nangka Tua

Dongeng - si Kabayan dan Nangka Tua

   Pada suatu hari, si Kabayan yang kerjaannya males-malesan, ditegor sama mertuanya. 
Umi : "Heh..kabayan..sare wae pagawean maneh teh..!". 
Kabayan : "Yaelah Umiiii...mau ngapain?? Sawah ge baru aja panen!" si Kabayan menyahut. 
Umi : "Heeuuhh...borokokok..maneh mah alasan wae. Tolong Umi lah wae lahh!". 
Kabayan : "Naon Umi??" kata si Kabayan sambil menguap. 
Umi : "Pangngalakeun nangka di kebon tah..ngala nangka-na nu gede jeung geus kolot nya!!"(ngala = metik)

   Berangkat deh dengan sedikit bete si Kabayan ke kebon. Sesampainya di kebon, kabayan langsung mencari buah nangka yang udah tua. Setelah agak lama mencari, ketemu deh nangka yang udah tua. Tapi ketika sudah dipetik, Kabayan baru sadar kalau nangka yang dia petik terlalu besar. Ketika mau di panggul, si Kabayan gak kuat.
"Aiihh...nih nangka berat banget sih..gimana cara bawanya nih!"
Untunglah kebon si Umi ada di samping sungai. Akhirnya Kabayan mempunyai ide untuk menghanyutkannya di sungai.
"Ahh...udah tua ini nih nangka..dihanyutin aja laahh...".
Setelah dihanyutkan, pulang deh si Kabayan ke rumah.

   Setibanya di rumah, Umi langsung nanya ma Kabayan. 
Umi : "heh Kabayan..mana Nangka Umi teh??"
Kabayan : "Laahh..emang belum nyampe mi??" bales si Kabayan kaget.
Umi : "ee..borokokok...lain maneh nu disuruh ngala nangka?" si Umi sengit.
Kabayan : "Tadi teh mi, saya ngambil nangka yang udah tua..terus gede banget. Bingung bawanya, ya saya hanyutin aja di sungai..kan dia udah tua".
Umi : "hadeuuhh..borokokok maneh teehh...lah emang bisa balik sorangan ka imah?? bodo banget maneh Kabayan" si Umi pusing deh..hehe...
Kabayan : "Lah..siapa yang bodoh mi??itu nangka yang bodoh atuh...masa udah tua, ga tahu jalan pulang??"
Umi : $&%^#(*&@)_*(&*^%!@*!)%++_$*@


Terima kasih telah membaca.
Referensi - Buku LKS SD

Sunday, March 18, 2012

Humor - Berorientasi pada Baju

Humor - Berorientasi pada Baju

   Suatu hari Nasrudin diundang berburu, tetapi hanya dipinjami kuda yang lamban. Tidak lama kemudian, hujan turun deras. Semua kuda dipacu kembali ke rumah. Nasrudin melepas bajunya, melipat, dan menyimpannya, lalu membawa kudanya ke rumah. Setelah hujan berhenti, dipakainya kembali bajunya. Semua orang takjub melihat bajunya yang kering, sementara baju mereka semuanya basah, padahal kuda mereka lebih cepat.
“Itu berkat kuda yang kau pinjamkan padaku,” ujar Nasrudin ringan.
   Keesokan harinya, cuaca masih mendung. Nasrudin dipinjami kuda yang cepat, sementara tuan rumah menunggangi kuda yang lamban. Tak lama kemudian hujan kembali turun deras. Kuda tuan rumah berjalan lambat, sehingga tuan rumah lebih basah lagi. Sementara itu, Nasrudin melakukan hal yang sama dengan hari sebelumnya.
   Sampai rumah, Nasrudin tetap kering. “Ini semua salahmu!” teriak tuan rumah, “Kamu membiarkan aku mengendarai kuda brengsek itu!” “Masalahnya, kamu berorientasi pada kuda, bukan pada baju.”

Saturday, March 3, 2012

Humor - ala Nabi Muhammad SAW

Humor - ala Nabi Muhammad SAW

   Apakah Nabi Muhammad suka humor? Ternyata Nabi juga punya humor-humor yang melahirkan segannya orang padanya. Aisyah ketika ditanya tentang penampilan Nabi SAW sewaktu berada di rumah, ia menjawab : "Beliau adalah orang yang paling lembut dan paling baik. Beliau kaya tawa dan senyum.
   Suatu hari Nabi dan para sahabat duduk melingkar sambil makan kacang (arab). Kulit kacang dikumpulkan di depan setiap orang masing-masing, kecuali kulit kacangnya sayidina Ali. Kulit kacang Ali dikumpulkan menjadi satu dengan kulit kacangnya Nabi. Tiba-tiba salah seorang sahabat nyeletuk "siapa diantara kita ini yang makan kacangnya paling banyak?". "Tentu yang paling banyak kulitnya", jawab sahabat yang lain.
   Ternyata yang paling banyak kulit kacang di depannya adalah Nabi Muhammad. Dengan santun, Nabi mengomentari "kalau saya, makan kacang itu hanya isinya saja, tapi diantara kita ada yang makan kacang beserta kulitnya!! ....siapa dia?? yaitu yang didepannya tidak ada kulit kacangnya. 




Referensi : Buku 69X Tertawa bersama Gus Dur

Thursday, March 1, 2012

Humor - Tahi Lalat Cici Paramida

Humor - Tahi Lalat Cici Paramida



Bedul  : Noy...Konon kabarnya Cici Paramida waktu masih kecil tidak disayang sama ibunya!!
Kinoy : Loh, lu kok tau???kata siapa lu dul??
Bedul : Nah ntu buktinya lalat buang kotoran di wajahnya Cici Paramida, kok dibiarin ajah...
Kinoy : #$^%&!*#(!)#(&%^@.....

Friday, February 24, 2012

Humor - Nasruddin dan Keledai yang Bisa Baca Buku

Humor - Nasruddin dan Keledai yang Bisa Baca Buku


Suatu ketika Timur Lenk, raja Turki kala itu, menghadiahi Nasruddin seekor keledai. Nasruddin menerimanya dengan senang hati. Tetapi Timur Lenk berkata,
“Ajari keledai itu membaca. Dalam dua minggu, datanglah kembali ke mari, dan kita lihat hasilnya.”
Nasrudin berlalu, dan dua minggu kemudian ia kembali ke istana. Tanpa banyak bicara, Timur Lenk menunjuk ke sebuah buku besar. Nasruddin menggiring keledainya ke buku itu, dan membuka sampulnya.
Si keledai menatap buku itu, dan tak lama mulai membalik halamannya dengan lidahnya. Terus menerus, dibaliknya setiap halaman sampai ke halaman akhir. Setelah itu si keledai menatap Nasruddin.
“Demikianlah,” kata Nasruddin, “Keledaiku sudah bisa membaca.” Timur Lenk mulai menginterogasi, “Bagaimana caramu mengajari dia membaca?”
Nasruddin berkisah, “Sesampainya di rumah, aku siapkan lembaran-lembaran besar mirip buku, dan aku sisipkan biji-biji gandum di dalamnya. Keledai itu harus belajar membalik-balik halaman untuk bisa makan biji-biji gandum itu, sampai ia terlatih betul untuk membalik-balik halaman buku dengan benar.”
“Tapi,” tukas Timur Lenk tidak puas, “Bukankah ia tidak mengerti apa yang dibacanya ?”
Nasruddin menjawab, “Memang demikianlah cara keledai membaca: hanya membalik-balik halaman tanpa mengerti isinya. Kalau kita membuka-buka buku tanpa mengerti isinya, kita disebut setolol keledai, bukan ?”

Referensi : Buku Humor Sufi