
Tadi pagi tepatnya, ada sebuah telephone yang nyasar ke handphone saya. Begitu saya angkat, dia berpura-pura seakan-akan dia adalah saudara kita. Dia berkata "Masa lupa sih...emang nomor gue gak disimpan ya?". Sehingga akhirnya kita menyebutkan nama salah satu saudara kita.
Setelah itu, dia akan berpura-pura bahwa dia sedang ditilang, dan dia butuh bantuan kita karena ia tidak bawa uang. Untuk meyakinkan kita, dia lalu menyuruh temannya 'si Polisi gadungan' berbicara dengan kita. Polisi gadungan ini bicaranya amat meyakinkan, dia akan berkata kalau saudara kita ini tidak bawa sim dan stnk. Kemudian kena denda Rp. 250.000,- namun belum dibayar semua, baru dibayar Rp. 200.000,-. Setelah itu saudara kita akan meyakinkan kita untuk meminjamkan dia uang. Lalu menyuruh kita untuk bilang kepada pak Polisi gadungan untuk mengijinkan ia pulang untuk mengambil uang. Dan tentu saja tidak diijinkan oleh polisi gadungan. Akhir cerita ia menyuruh kita membeli pulsa untuk si Polisi gadungan karena bila tidak, saudara kita ini akan ditahan.
Saudara gadungan kita ini sangat profesional untuk meyakinkan kita untuk membantunya. Bila saja anda tidak sadar lalu membelikannya pulsa, maka ludeslah uang anda.
Wah..wah...hebat sekali modus penipuan ini. Bila saja modus penipuan ini dengan cara "Anda mendapat hadiah", maka biasanya kita akan langsung sadar kan, karena hadiah dari mana dan karena apa?! Namun bila penipuan dengan modus seperti ini, tentu saja akan lebih meyakinkan kita.
Untung saja saya tidak punya uang kala itu. Sehingga saya terhindar dari penipuan ini. Karena ketika saya sms saudara saya itu, dia tidak tahu apa-apa.
Waspadalah agan-agan sekalian! Semoga semua ini menjadi pelajaran berharga buat kita. Aamiinn...
Penipuan Modus Teman Atau Saudara yang Ketilang
4/
5
Oleh
SMK Darma Bakti
2 komentar
Wah, tetangga saya (sudah seperti keluarga) kena nih T_T
Replypenipunya mengatas namakan saya, tapi herannya dia bisa tau hal-hal detail seperti motor.
Kira-kira orang dekat atau memang sudah lama memantau ya?
ENtahlah...mungkin sambil nebak-nebak sih...untung saja waktu itu saya tidak punya uang...selamat...aslinya saya juga percaya 100 persen....
ReplyBerikan komentar anda..